Langsung ke konten utama
“PENGALAMANKU DALAM PERSAHABATAN”
Hai..., perkenalkan nama aku Robert Buulolo, asal Telukdalam, Nias Selatan, Sumatera Utara. Dulu aku berpikir bahwa sahabat adalah teman biasa, selalu bareng seperti teman bermain. Ternyata tidak! Sahabat lebih dari sekedar teman. Sahabat adalah teman setia yang ada dalam suka dan duka, mendukung dan mendorong aku untuk maju, tempat curhat kedua setelah keluarga. Kadang dia bisa menjadi sosok orang tua yang menasihati, membimbing dan memotivasi, bukan karena sahabat itu bijak, tetapi karena dia pernah mengalami sesuatu yang tidak baik dan mereka tidak mau kita mengalaminya juga. Bahkan terkadang dia bisa mengetahui hal-hal kecil tentang aku, karena sahabatku peduli kepadaku.
Persahabatan itu penting. Bagiku mencari seorang teman sangatlah mudah, tetapi tidak untuk mencari seorang sahabat. Mengubah status dari sekedar kenalan hingga teman dekat, atau dari teman biasa jadi sahabat memang membutuhkan proses. Dalam menjalin sebuah persahabatan diperlukan keterbukaan satu sama lain, menerima kekurangan satu sama lain, siap menjadi pendengar yang baik, ada disaat suka dan duka, saling mengerti dan membantu satu sama lain dan masih banyak lagi. Tentunya, sikap ini semua haruslah dimulai dari diri sendiri untuk memulai persahabatan.
Benar kalimat ini mengatakan: “Manusia adalah makhluk sosial, selalu hidup berkelompok, tidak ada manusia yang dapat hidup dalam kesendirian”. Kita butuh orang lain, apalagi sahabat untuk dapat saling membangun dan menjadikan hidup lebih berguna bagi yang lainnya. Akan sangat menyedihkan jiga seseorang yang tidak mempunyai sahabat atau tidak butuh hadirnya sahabat. Aku seorang yang berkepribadian kolerik, dulu berpikir bahwa aku tidak membutuhkan seorang sahabat. Aku bisa berdiri sendiri, maju sendiri. Teman-teman biasa di sekitarku sudah cukup untuk melampiaskan keluh kesahku. Ternyata aku salah! Di saat teman biasa mengecewakan aku, aku baru sadar bahwa aku membutuhkan seorang yang dapat dipercaya, mengerti akan keadaanku, memotivasi bukan menjatuhkan, mau mangajak melangkah bersama bukan meninggalkan. Dan itu semua hanya ada pada seorang sahabat yang bisa menerima aku apa adanya dan terus mendukung aku untuk maju.
Aku mencoba mencari dan menjalin persahabatan dengan teman dekatku. Pada saat itu aku memulainya ketika SMP kelas 3. Aku memulai dari diri sendiri untuk terbuka dan dapat dipercayai. Puji Tuhan, saat itu sejak aku membuka diri untuk menjadi sahabat bagi mereka, ada beberapa yang mau menjadi sahabatku. Terkadang memang ada hal-hal yang membuat aku merasa masih dikecewakan, tetapi aku sudah sangat bersyukur karena aku dan mereka menjalin persahabatan yang saling menerima dan mendukung.
Hingga pada suatu hari, ada seorang yang dulu aku cuek kepadanya, aku sering kucilkan, sering menghinanya, dan masih banyak hal-hal yang tidak baik yang pernah aku lakukan terhadap dia. Walaupun aku kasar dengannya, dia mau bersahabat denganku. Awalnya aku tidak mau karena aku menilai dia tidak pantas jadi sahabatku. Karena aku melihat sikap perbuatan hidupnya baik, maka aku mencoba menjalin persahabatan dengannya. Ternyata orangnya asyik, dapat dipercaya, dan mau bertumbuh secara intelektual dan sipritual bersamaku. Hidupku banyak berubah oleh karena dia. Dulu aku kasar (berkata-kata kotor, berkelahi, dll) dapat diubahkan sedikit demi sedikit menjadi pribadi yang lebih baik. Benar kata orang tua dulu “Jikalau kita bergaul/bersahabat dengan orang baik, maka kita akan menjadi orang baik pula. Jadi, Jalinlah persahabatan dengan orang yang benar-benar mau bertumbuh bersama. Jangan menilai dari luarnya, tapi nilailah hatinya, kepribadian/karakternya yang dapat mengubahkan kita menjadi lebih baik.
Aku dan sahabatku ini mempunyai keunikan dimana dari SD-SMP-SMK kami satu sekolah, bahkan hingga saat ini kami kuliah di kampus yang sama STT SAPPI, Cianjur. Hanya saja sejak SD-SMP, aku tidak dekat dengan dia, aku bahkan cuek-cuek saja. Tetapi sejak kami satu kelas di bangku SMK, di situlah persahabatan kami mulai terbentuk. Dan di kampus yang sama pun kami satu kelas. Sampai hari ini kami masih bersahabat dan akan tetap jadi sahabat.
Kekecewaan dalam menjalin persahabatan dengan dia tentu pernah aku rasakan. Tidak ada perjalanan hidup yang mulus-mulus saja, pasti ada hambatannya. Demikian juga dalam menjalin persahabatan. Walau pernah ada rasa kecewa, tetapi aku mencoba untuk memaafkan dia. Memang sulit bagiku untuk memaafkan seseorang yang pernah mengecewakan aku. Tetapi aku percaya bahwa memaafkan dapat menyelesaikan masalah. Hanya dengan memaafkan dia dan dia juga minta maaf kepadaku hubungan persahabatan kami mulai membaik lagi. Sejak saat itu kami berjanji untuk saling menjaga, menghargai, mengerti, menerima dan membantu satu sama lain. Terkadang ketika kita dikecewakan oleh seseorang kita tidak mau memaafkannya atau bahkan menunggu dia untuk minta maaf terlebih dahulu kepada kita. Hal itu tidaklah salah, tapi alangkah baiknya jikalau kita yang terlebih dahulu minta maaf kepadanya dan memaafkannya.
Sebuah kalimat bijak mengatakan bahwa “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran”. Melalui kata-kata bijak ini dalam menjalin persahabatan yang baik maka satu sama lainnya selalu bisa menerima kelebihan dan kekurangan dari sahabatnya dan tidak menuntut selalu sempurna. Bahkan ujian persahabatan terlihat ketika ada masalah di antara mereka yang siap menjadi saudara yang selalu menopang dalam masalah dan kesulitan yang dihadapi. Terakhir dari aku, tips menjaga persahabatan adalah: “Tidak ada sahabat yang sempurna di dunia ini. Saling menerima, saling percaya dan saling terbuka satu sama lain, serta selalu mau belajar dan bertumbuh untuk maju bersama-sama dan sehingga persahabatan menjadi lebih bermanfaat bagi orang lain”.
Bionarasi penulis:
Robert Buulolo, lahir pada tanggal 21 Mei 1999 di sebuah kota kecil di Pulau Nias, yaitu kota Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Lulusan SD N. 2 Teluk Dalam, SMP N. 1 Teluk Dalam dan SMK S. Darma Kasih Teluk Dalam. Dan tercatat sebagai mahasiswa di STT SAPPI, Cianjur, Jawa Barat. Pernah menjadi anggota Paskibraka Kab. Nias Selatan tahun 2017. Untuk mengetahui Profil lebih lengkap dan pengalaman lainnya dapat kamu temukan di akun @FB: Robert Buulolo & Robert Buulolo Part II, @IG: Robert Buulolo, Chanel @YT: Robert BChanel.
Motto: Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.
Komentar
Posting Komentar